This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Lorong 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lorong 10. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2011

10 Anggota DPR Tidur Saat Sidang

Anggota DPR banyak yang tertangkap kamera tidur saat sidang. Apa alasan mereka tidur? Ini dia 10 alasan kocaknya. Mudah-mudahan alasan di bawah ini tidak benar, jadi kita mengharapkan anggota DPR tidak tidur saat sidang.
1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang tua tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan awet muda.
2. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur
3. Pasti akan gantuk mendengar pembicaraan berbelit, tidak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya,
4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya seperti seperti Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus karena demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya,
5. Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari.
6. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana agar rakyatnya dan dirinya tambah kaya, setidaknya balik modal, k
7. Karena yang dibahas dalam sidang tidarena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.ak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus.
8. Ruang sidang sangat nyaman tempatnya dingin harum dan kursinya nyaman sekali. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri.
9. Mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Jadi kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat bisa melihat betapa “capek” mengurus bangsa ini.
10. DPR selalu menjujung tinggi hukum dan undang-undang dalam setiap mengemukakan pendapat. Dalam aturan tata tertib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur saat sidang tidak melanggar aturan dan undang-undang.

 Sumber

10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.


2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.


4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.


5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.


6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini


7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.



8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.


9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.


Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.


Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.



Sumber 

Selasa, 08 November 2011

10 Ekspresi wajah salah foto

Ini jadinya kalau di foto ngak sadar... jangankan untuk berpose untuk berkaca aja mungkin ngak sempat... langsung aja deh plototin ini gambar..











Sumber

10 Gambar 3D seperti nyata... wow

Pelukis jalanan permanen dan semi-permanen telah tercatat di seluruh Eropa sejak abad ke-16. Pelukis jalanan, sering disebut di Amerika Serikat secara historis disebut I Madonnari di Italia. Di Inggris mereka disebut Screevers dan di Jerman Strassenmaler.Pada tahun 1982, Kurt Wenner, yang diakui sebagai inovator 3-D lukisan jalanan. 










Senin, 07 November 2011

10 Kendaraan yang digunakan di India










10 Kota Besar di Dunia

1. Tokyo Populasi : 32,5 juta

Tokyo. Wilayah metropolitan 32,5 juta adalah jantung dari negara dan daerah perkotaan terpadat di dunia. Meskipun kelahiran keseluruhan di Jepang menurun dan populasi Tokyo mencapai puncaknya pada 2004, orang dari seluruh Jepang masih berduyun-duyun ke ibukota untuk mencari pekerjaan yang baik. 

2. Seoul Populasi : 20,6 juta

Rumah untuk 20,6 juta orang, daerah metropolitan Seoul berukuran raksasa untuk inklusi dari daerah sekitarnya seperti kota metropolitan Incheon dan provinsi Gyeonggi. Ibukota Korea Selatan sangat berkembang dan berencana untuk menawarkan wi-fi di ruang terbuka di sekitar kota pada tahun 2015. Tetapi infrastruktur canggih memungkiri masalah perkotaan khas yang diperbesar karena ukurannya. Kepadatan penduduk yang tinggi membuat polusi udara dan asap yang parah, saluran pembuangan overtaxed, transportasi umum yang ramai .

3.Meksiko City Populasi : 20,5 juta

Penduduk ibukota Meksiko telah tumbuh luar biasa selama enam dekade terakhir. Pada tahun 1950, kota ini memiliki populasi hanya 2,9 juta  membuatnya menjadi 16 terbesar di dunia. Tapi penduduk Mexico City tumbuh empat kali lipat selama 30 tahun dan telah terus berkembang, dengan penduduk saat ini pada 20,5 juta. Laju pertumbuhan yang sangat tinggi telah menyebabkan polusi udara menyesakkan. Inisiatif baru, termasuk program yang disponsori Bank Dunia pengurangan polusi, telah meningkatkan kondisi, tetapi asap di kota ini masih belum bisa di hilangkan.

4. New York Populasi: 19,8 juta

Kota New York metropolitan area adalah megacity pertama di dunia dan tetap menjadi pelopor dengan 19,8 juta dan jangkauan global dalam segala hal mulai dari fashion sampai keuangan. Ini menjadi tempat yang paling padat di Amerika Serikat sejak Biro Sensus dimulai pada 1790 tersebar di 301 mil persegi. (780 km persegi), juga yang paling padat penduduknya di Amerika. New York City menarik hampir 50 juta pengunjung pada tahun 2010 dan merupakan rumah bagi orang-orang dari seluruh penjuru dunia.

5. Mumbai Populasi : 19,2 juta

Ibukota komersial India dan juga rumah bagi Bollywood, salah satu produsen film terbesar di dunia. Mumbai telah berkembang pesat dengan
ekonomi liberalisasi pada tahun 1991, diperkirakan 19,2 juta penduduknya tinggal di daerah kumuh. Gelombang migran telah membangun struktur yang rendah. Pemerintah ingin meratakan daerah kumuh dan memindahkan jutaan orang miskin untuk membangun bangunan bertingkat tinggi dan mahal.

6.Jakarta Populasi: 18,9 juta

Setiap pengunjung ke ibu kota Indonesia dapat memberitahu Anda mimpi buruk untuk lalu lintas. Daerah yang pernah menjadi pos kolonial Belanda di abad ke-17 berdiri untuk menjadi salah satu kota yang paling penting di Asia Tenggara pada abad ke-21. Jakarta adalah kota metropolitan yang penuh gambar di migran dari setiap sudut kepulauan yang beragam, tetapi perencanaan kota yang buruk dan pengembangan yang bobrok telah menyebabkan banjir tahunan yang menggenangi sebagian besar kota, mengubah jalan-jalan menjadi sungai dan kehidupan sehari-hari menjadi perjuangan. Rencana untuk mengikat administrasi Jakarta sampai dengan wilayah terpencil sekitarnya di Jawa Barat - menciptakan sebuah Megapolitan dengan nama yang tampak canggung Jabodetabekjur. Nama yang cukup aneh...



7. São Paulo Populasi : 18,8 juta

Brasil keuangan dan budaya adalah kota berkembang dari 18,8 juta orang, menjadikannya salah satu kota terbesar di belahan bumi selatan. Ekonomi São Paulo berjalan secara global untuk bijih besi dan minyak lepas pantaiDengan 35% dari penduduknya hidup dalam kemiskinan ekstrim, tingkat kejahatan yang tinggi di kota itu.


8. Delhi Populasi : 18,6 juta

Antara pusat kota dan pinggiran kota, ibukota India kosmopolitan adalah rumah bagi beberapa 18,6 juta. Seperti banyak kota-kota yang tumbuh cepat, Delhi telah berjuang untuk mengakomodasi gelombang pendatang dari daerah pedesaan, meninggalkan jutaan tempat tinggal kumuh yang tidak direncanakan di mana air, listrik dan sistem saluran pembuangan yang jerawatan. Kota ini terkenal karena kemacetan lalu lintas, namun angkutan umum tidak selalu pilihan: sistem kereta api supercrowded. Desak-desakan mematikan di stasiun kereta api telah menyebabkan panggilan untuk perbaikan infrastruktur sangat dibutuhkan.


9.Shanghai Populasi : 16,7 juta

Pertumbuhan Shanghai menceritakan kisah kontemporer Cina. Pada tahun 1980, itu memiliki populasi kurang dari 6 juta dan tidak di antara 15 kota teratas. Dalam 30 tahun, tiga kali lipat menjadi 16,7 juta dan melompat ke tempat kesembilan pada daftar. Pada tahun 2010, kota ini menjadi pelabuhan kontainer tersibuk dunia, melebihi Singapura. Ini juga merupakan pusat keuangan yang sedang berkembang, menggambar migran dari seluruh wilayah. Untuk mengatasi pertumbuhan yang cepat, pemerintah telah diinvestasikan dalam proyek-proyek infrastruktur besar, termasuk sistem kereta bawah tanah, yang kini terbesar di dunia.


10.Manila Populasi: 16,3 juta

Setelah Dresden dulu dikenal sebagai Mutiara dari Timur kota yang dibom selama Perang Dunia II. Namun, itu telah tumbuh secara eksponensial sejak direbut kembali Amerika dari kepulauan Filipina dan sekarang adalah kota yang mewah dan sekaligus sangat miskin. Kerusakan akibat Topan Ketsana tahun 2009 yang terburuk yang terjadi Manila, menewaskan hampir seribu dan menenggelamkan kota menunjukkan bagaimana urbanisasi dan pengelolaan kota yang lemah telah meninggalkan Manila rentan terhadap bencana alam seperti. Rencana untuk mengalihkan beberapa bisnis dan kantor-kantor pemerintah jauh dari daerah padat ibukota Manila.


Sumber : http://www.time.com/time/specials/packages/article/0,28804,2097720_2097772_2097762,00.html 



Minggu, 06 November 2011

10 mahasiswa DO yang super sukses

1.Bill Gates telah menjadi salah orang terkaya. Anak seorang pengacara dan guru sekolah, Gates masuk Harvard pada musim gugur tahun 1973, hanya untuk drop out dua tahun kemudian ke Microsoft ditemukan dengan teman Paul Allen.

2. Steve Jobs masuk ke Reed College hanya enam bulan, Dia pergi ke Apple ditemukan NeXT Computer dan Pixar, menjadi sebuah kekuatan instrumental dalam membentuk lanskap budaya modern.

3. Frank Lloyd Wright diterima di University of Wisconsin-Madison pada tahun 1886, tetapi dia hanya satu tahun di University of Wisconsin-Madison. Dia pindah ke Chicago dan akhirnya magang di bawah Louis Sullivan, "ayah dari modernisme.


4. Buckminster Fuller - arsitek, pemikir, penemu, futuris. Diusir dari Harvard tidak hanya sekali, tetapi dua kali. Fuller sukses dengan de-ideNya seperti dymaxion. Sementara kubah geodesik ikonik itu yang membawa dia ketenaran dan pengakuan internasional.

5. James Cameron  menerima penghargaan pemenang sutradara  Academy Lahir dan dibesarkan di Kanada, ia dan keluarganya pindah ke Brea, California pada 1971. Di sanalah Cameron terdaftar di Fullerton College untuk mempelajari fisika. Kehidupan akademik Nya tidak berlangsung lama. Dia keluar dan menikah pada akhirnya menjadi sopir truk untuk distrik sekolah dan setempat.menulis jika ada waktu sebelum akhirnya terjun ke industri perfilman pada tahun 1977.


6.Mark Zuckerberg mendirikan Facebook dalam kamar. Awalnya dimaksudkan hanya untuk mahasiswa Harvard, situs jejaring sosial populer dengan cepat menyebar ke seluruh Ivies dan perguruan tinggi lainnya di seluruh bangsa. Sebagai popularitas Facebook meledak, Zuckerberg mengemasi tas dan pindah perusahaan pemula ke Palo Alto, California.

7. Tom Hanks meninggalkan kuliahnya ke waktu magang penuh di Teater Great Lakes Festival di Cleveland, Ohio. Di sana, ia belajar berbagai aspek teater dari pencahayaan untuk mengatur desain, meletakkan dasar untuk karir di Hollywood sebagai bintang film, produser, sutradara dan penulis. pada tahun 2009 Hanks membantu  mengumpulkan uang untuk membantu merenovasi teater Cleveland di mana ia memulai kariernya.

8. Harrison Ford, Star Wars dan Indiana Jones ketenaran, mengambil jurusan filsafat di Ripon College, namun keluar tak lama sebelum lulus. Ia kemudian mendarat beberapa bagian kecil di Hollywood produksi, tetapi tidak puas dengan peran kecil seperti itu, beralih ke karir di pertukangan profesional sebagai gantinya.

9.Sebelum ia adalah seorang Gaga, dia Germanotta seorang. Lahir Stefani Joanne Angelina Germanotta, seniman yang lebih dikenal sebagai Lady Gaga menghadiri New York University Tisch School of Arts, namun keluar setelah hanya satu tahun untuk mengejar karirnya musik purna waktu. 

10.Tiger Woods memilih untuk terus bermain golf amatir di Stanford University,  Dia hanya dua tahun di sana dan secara resmi mengakhiri karir perguruan tinggi nya. Dia menjadi salah satu atlet bayaran tertinggi di dunia, penghasilan lebih dari $ 100 juta per tahun pada puncak karirnya


sumber : http://www.time.com/time/specials/packages/completelist/0,29569,1988080,00.html